Ditengah kemajuan tekhnologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat. Dan tumbuhnya faham faham agama yang semakin banyak. Jika di kaitkan dengan " hadits Nabi " Muhammad Saw. Bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Dan hanya Satu yg Selamat. Yaitu Ahlushshunnah Wal jama'ah. Yang jadi pertanyaan " siapa/ golongan yang mana yg disebut Ahlushshunnah Wal jama'ah....???
Apakah org yg selalu berteriak, dan beranggapan yang paling mengikuti Sunnah ?
Bagaimana cara mengikuti Sunnah nabi. Sementara kita gak pernah bertemu secara langsung dengan beliau Nabi Muhammad Saw ?
Apakah " semua yg tidak pernah dicontohkan/ diperintahkan Nabi itu adalah bid'ah ???
Dan apakah sebenarnya bid'ah itu ?
Jika sudah sampai kesitu maka akan banyak sekali perbedaan pendapat dan penafsiran.
Saya hanya mengajak, untuk saling menahan diri
Tidak perlu saling menyalahkan, atau merasa dirinya yg plg benar.
Jika anda meyakini sebuah amalan sebagai bid'ah ya jangan lakukan. Tapi jangan memvonis org yg melakukan adalah pelaku bid'ah. Karena itu sudah masuk ke "zona privasi" seseorang atau individu/ kelompok.
Sebaliknya juga demikian, yang melihat orang lain tidak mengamalkan apa yg kita amalkan, Berbesar hatilah karena mereka berbeda keyakinan. Meski satu agama.
Bagi saya pribadi selama tidak merubah syari'at yg sudah ditentukan, dlm ibadah mahdhoh dilaksanakan tidak masalah. Baik itu berupa tradisi maupun budaya. Karena Islam masuk ketanah Jawa juga melalui pendekatan budaya. Salah satunya melalui " Wayang". Sebuah kesenian yg padat dengan " nilai nilai filosofi Islam. Wayang dlm bahasa Jawa juga disebut Ringgit, maksutnya Sunan GiRi Sik ngaNggit ( sunan Giri yg membuat ) dan Sunan Kalijaga adalah sebagai dalangnya. Mungkin sebagian masih mengira bahwa Wayang buatan Sunan Kalijaga. Maaf sy coba meluruskan sesuai pemahaman saya.
Filosofi Islam yg mana yg terdapat dalam wayang ???
Mungkin muncul pertanyaan itu,
Baiklah saya coba kupas 1 bab kecil saja.
Yaitu Pandawa Lima.
Pandawa Lima adalah gambaran dari Rukun Islam. Kok bisa....?
Berikut penjelasannya :
Personil Pandawa Lima adalah :
1. Yudhistira / Puntadewa
2. Werkudara/ Bima
3. Permadi/ janaka
4. Nakula
5 Sadewa.
1. Puntadewa memiliki " pusaka " Kalimasada ( maksutnya adalah kalimat syahadat yaitu rukun Islam yang pertama.
2. Werkudara
Memiliki karakter/ sifat tidak bisa berbahasa Jawa halus ( kromo Inggil ) jadi hanya bisa berbicaralah " ngoko" atau Jawa kasar. Ini adalah menggambarkan " org yg sedang sholat" mau org Jawa, org Sunda org Inggris atau org manapun. Dlm sholat hanya diperbolehkan dengan bahasa Arab. Bukan bahasa keseharian.
3. Janaka
Digambarkan org yg rajin tirakat, topo Broto menahan lapar dan haus dan semua aktifitas yg didasari nafsu.
Itu menggambarkan rukun Islam yg ke tiga. Yaitu puasa.
Kemudian yg ke 4 dan ke 5.
Nakula Sadewa adalah anak kembar, yang menggambarkan rukun Islam yg ke 4 dan 5. Yaitu zakat dan haji. Maksutnya ?
Zakat dan haji adalah ibadah yg sama" menggunakan harta / mengeluarkan harta.
Itulah salah satu nilai filosofi Islam dalam wayang. Meski pada perkembangannya, wayang atau ceritanya banyak mengalami tambahan/gubahan dll. Tp plg tidak kita tahu kenapa Islam bisa diterima masyarakat luas di Indonesia karena melalui pendekatan budaya. Bukan dengan anti Budaya.
Wallahua'lam bishowab...