zamroni muslim
Kamis, 06 September 2018
Minggu, 22 Juli 2018
Islam dan budaya
Assalamualaikum wr wb
Hidup di Indonesia, yg sangat heterogen. Membuat kita menjadi banyak pengetahuan. Adat istiadat, suku dan bahasa daerah yg banyak adalah kekayaan Indonesia. Negri yg terbentang luas dari Sabang sampai Merauke ini berisi berbagai suku, bahasa dan Agama. Jika kita bisa menyikapi maka semua itu akan menjadi indah. Tapi bila kita salah menyikapi atau tidak bisa menerima perbedaan maka akan menjadi masalah.
*Hubungan budaya dan penyebaran Islam di Indonesia*
Sejarah telah membuktikan, bahwa masuknya Islam dan berkembang nya Islam di Indonesia. Tak bisa lepas dari peran dari "wali songo". Dimana dalam berdakwah mereka mengedepankan pendekatan kultur dan budaya. Baik melalui " media musik" ( gamelan ) maupun media yg lain.
Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Kira kira seperti itu prinsip yg dipakai para wali yg Waskito.
Untuk menjadi Islam tidak harus seperti orang Arab. Yang Jawa tetap sebagai orang Jawa yang tetap menjalankan syariat Islam. Tanpa kehilangan identitasnya sebagai org Jawa. Begitu juga dengan orang Sunda, orang Aceh dan sebagainya.
Mereka tidaj kehilangan ciri khas suku untuk menjadi orang Islam. Itulah hebatnya para penyebar Islam dulu.
Yang begitu Arif dalam bertindak dan bersikap.
Tidak seperti sebagian orang sekarang yang begitu gampang menyebut bid'ah pada orang lain. Padahal tidak tahu maksut dan esensinya.
Sungguh disayangkan, ketika kearifan lokal dianggap bid'ah musrik bahkan kafir.
Budaya dan Islam
Karena di Negri tercinta kita beragam tradisi dan budaya yang berbeda. Yang tentu saja berbeda-beda apa lagi dibandingkan budaya Arab. Jelas jauh berbeda. Diatas sudah saya sampaikan, bahwa kita orang Indonesia tidak harus menjadi Arab. Apa bila kita ingin menjadi Islam.
Ya.... Tidak harus.
Bahkan untuk menjadi Islam itu tidak ada syaratnya.
Lalu membaca kalimat syahadat...???
Jika ada yg bertanya seperti itu berarti belum tahu, apa itu syarat dan apa itu rukun. Karena membaca syahadat itu adalah rukun Islam bukan syarat Islam.
Tentu semua sudah tahu apa saja rukun Islam.
Mungkin ada yang bertanya, apa itu syarat dan apa itu rukun.
Syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi sebelum melakukan amal ibadah.
Contoh sholat, sebelum sholat harus wudhu dulu. Kalo tidak punya wudhu tidak sah sholatnya.
Sedang rukun
Sesuatu yang harus dipenuhi saat melakukan amal ibadah.
Contoh Sholat, diawali dari niat takbiratul ihram sd salam.
Saya tidak akan membahas secara detail karena saya yakin semua sudah tahu dan lbh faham dari saya soal Rukun Sholat.
Kaitannya dengan budaya ?
Salah satu syarat ayahnya sholat adalah menutup aurat.
Itu berlaku mutlak. Meski ada perbedaan antara aurat lelaki dan perempuan. ( Sudah dijelaskan dalam kitab fiqh ) dan itu semua sepakat bahwa sholat harus menutup aurat. Tidak ada pertentangan.
Menutup aurat adalah menggunakan busana atau pakaian. Dimana masing masing daerah mempunyai ciri khas pakaian sendiri sendiri.
Bolehkah memakai pakaian adat dalam sholat...?
Tentu saja boleh, asal ketentuan menutup aurat terpenuhi. Mau pakai pakaian Jawa, Sunda, sumatera ataupun yang lain asal menutup aurat boleh.
Jadi jelas untuk menjadi Islam tidak harus menjadi seperti Arab.
Meskipun memakai pakaian seperti pakaian orang Arab juga Syah Syah saja. Asal jangan membid'ahkan yg pakai pakaian Jawa, Sunda dll.
( Ada gak yang seperti itu ya 😀😀😀 )
Itu baru dari sisi pakaian / budaya dlm berpakaian. Belum lagi budaya yang lain.
Musik/ syair/ tembang misalnya.
Para wali sangat Arif dalam bersikap. Sampai membuat tembang macapat.
Dari dandang gulo, Kinanti sd megatruh. Semua mengandung makna filosofi hidup. Lain kali saya akan coba kupas tentang tembang macapat. Yg jelas diurutan akhir ada tembang megatruh = Megat ( putus ) ruh ( nyawa ). Penjelasan lanjut mungkin lain kesempatan.
Itulah indah nya Islam, Indahnya Nusantara Indahnya Indonesia.
Saya sangat setuju dengan istilah "Islam Nusantara" karena Islam Nusantara adalah sebuah Tipologi sekaligus bukti Islam Rahmatan Lil ' alamin. Islam bukan pemerkosa budaya yang harus mengikuti budaya Arab.
Meskipun Islam dari Jazirah Arab.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga ada manfaatnya. Dan saya menerima saran dan kritiknya.
Wassalamu'alaikum wr wb
Kamis, 16 September 2010
Nama : Muhammad Zamroni Sleman, 6/9/70
Ditengah kemajuan tekhnologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat. Dan tumbuhnya faham faham agama yang semakin banyak. Jika di kaitkan dengan " hadits Nabi " Muhammad Saw. Bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Dan hanya Satu yg Selamat. Yaitu Ahlushshunnah Wal jama'ah. Yang jadi pertanyaan " siapa/ golongan yang mana yg disebut Ahlushshunnah Wal jama'ah....???
Apakah org yg selalu berteriak, dan beranggapan yang paling mengikuti Sunnah ?
Bagaimana cara mengikuti Sunnah nabi. Sementara kita gak pernah bertemu secara langsung dengan beliau Nabi Muhammad Saw ?
Apakah " semua yg tidak pernah dicontohkan/ diperintahkan Nabi itu adalah bid'ah ???
Dan apakah sebenarnya bid'ah itu ?
Jika sudah sampai kesitu maka akan banyak sekali perbedaan pendapat dan penafsiran.
Saya hanya mengajak, untuk saling menahan diri
Tidak perlu saling menyalahkan, atau merasa dirinya yg plg benar.
Jika anda meyakini sebuah amalan sebagai bid'ah ya jangan lakukan. Tapi jangan memvonis org yg melakukan adalah pelaku bid'ah. Karena itu sudah masuk ke "zona privasi" seseorang atau individu/ kelompok.
Sebaliknya juga demikian, yang melihat orang lain tidak mengamalkan apa yg kita amalkan, Berbesar hatilah karena mereka berbeda keyakinan. Meski satu agama.
Bagi saya pribadi selama tidak merubah syari'at yg sudah ditentukan, dlm ibadah mahdhoh dilaksanakan tidak masalah. Baik itu berupa tradisi maupun budaya. Karena Islam masuk ketanah Jawa juga melalui pendekatan budaya. Salah satunya melalui " Wayang". Sebuah kesenian yg padat dengan " nilai nilai filosofi Islam. Wayang dlm bahasa Jawa juga disebut Ringgit, maksutnya Sunan GiRi Sik ngaNggit ( sunan Giri yg membuat ) dan Sunan Kalijaga adalah sebagai dalangnya. Mungkin sebagian masih mengira bahwa Wayang buatan Sunan Kalijaga. Maaf sy coba meluruskan sesuai pemahaman saya.
Filosofi Islam yg mana yg terdapat dalam wayang ???
Mungkin muncul pertanyaan itu,
Baiklah saya coba kupas 1 bab kecil saja.
Yaitu Pandawa Lima.
Pandawa Lima adalah gambaran dari Rukun Islam. Kok bisa....?
Berikut penjelasannya :
Personil Pandawa Lima adalah :
1. Yudhistira / Puntadewa
2. Werkudara/ Bima
3. Permadi/ janaka
4. Nakula
5 Sadewa.
1. Puntadewa memiliki " pusaka " Kalimasada ( maksutnya adalah kalimat syahadat yaitu rukun Islam yang pertama.
2. Werkudara
Memiliki karakter/ sifat tidak bisa berbahasa Jawa halus ( kromo Inggil ) jadi hanya bisa berbicaralah " ngoko" atau Jawa kasar. Ini adalah menggambarkan " org yg sedang sholat" mau org Jawa, org Sunda org Inggris atau org manapun. Dlm sholat hanya diperbolehkan dengan bahasa Arab. Bukan bahasa keseharian.
3. Janaka
Digambarkan org yg rajin tirakat, topo Broto menahan lapar dan haus dan semua aktifitas yg didasari nafsu.
Itu menggambarkan rukun Islam yg ke tiga. Yaitu puasa.
Kemudian yg ke 4 dan ke 5.
Nakula Sadewa adalah anak kembar, yang menggambarkan rukun Islam yg ke 4 dan 5. Yaitu zakat dan haji. Maksutnya ?
Zakat dan haji adalah ibadah yg sama" menggunakan harta / mengeluarkan harta.
Itulah salah satu nilai filosofi Islam dalam wayang. Meski pada perkembangannya, wayang atau ceritanya banyak mengalami tambahan/gubahan dll. Tp plg tidak kita tahu kenapa Islam bisa diterima masyarakat luas di Indonesia karena melalui pendekatan budaya. Bukan dengan anti Budaya.
Wallahua'lam bishowab...